The Nutritional Status of Children Receiving Local Supplementary Feeding at Tawangrejo Public Health Center, Madiun
DOI:
https://doi.org/10.30994/jgrph.v10i2.562Keywords:
body height, body weight, local supplementary feeding, nutritional status, under-five childrenAbstract
Undernutrition among under-five children remains a major public health issue in Indonesia, particularly underweight which contributes to growth failure and increased morbidity. According to the 2022 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of underweight in children is still above the national target, including in East Java. Locally-based supplementary feeding (LSF) is one of the strategies to address this problem, as it not only provides additional energy and protein but also involves nutrition education for parents to improve feeding practices. This study aimed to evaluate the effect of LSF on the nutritional status of underweight children under five at Tawangrejo Health Center, Madiun. An evaluative survey with a one-group pretest-posttest design was conducted involving 30 children aged 12–59 months (W/A < -2 SD). Intervention was carried out for 28 consecutive days with LSF menus containing an average of 318 kcal and 22.2 g protein per portion. Body weight and height were measured at baseline and post-intervention, and nutritional indices were analyzed using paired t-tests. Significant improvements were observed in body weight (mean +0.47 kg, p = 0.0001), height (mean +0.61 cm, p = 0.000), W/A z-score (p = 0.007), H/A (p = 0.042), and W/H (p = 0.001). Local-based supplementary feeding effectively improved the nutritional status of underweight children, suggesting its potential as a community-based strategy to reduce undernutrition in Indonesia
Downloads
References
Almatsier, S. (2019). Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Andayani, T. R. (2020). Peningkatan status gizi balita melalui PMT lokal berbasis protein hewani. Jurnal Gizi Indonesia, 8(2), 102–108.
Apriliani, F., et al. (2024). Efektivitas pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal terhadap status gizi balita stunting: Systematic review. Media Informasi Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tasikmalaya.
Hardinsyah, & Supariasa, I. D. N. (2016). Ilmu gizi untuk mahasiswa dan profesi. Jakarta: EGC.
Irwan, et al. (2020). Efektivitas pemberian PMT modif berbasis kearifan lokal terhadap peningkatan status gizi balita gizi kurang dan stunting. Journal Health and Science; Gorontalo Journal Health & Science Community, 4(2).
Iskandar. (2017). Pengaruh pemberian makanan tambahan modifikasi terhadap status gizi balita. Jurnal AcTion: Aceh Nutrition Journal, 2(2).
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Pedoman pemberian makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil di daerah bermasalah gizi. Jakarta: Direktorat Gizi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2022. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Juknis PMT Lokal untuk Balita dan Ibu Hamil. Jakarta: Direktorat Gizi.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Perdirjen Kesprimkom No. 576 Tahun 2025: Petunjuk teknis PMT berbasis pangan lokal. Direktorat Gizi Masyarakat.
Latifahanun, M., Rina, & Fithriyah, A. (2024). Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan tinggi badan pada balita stunting di Desa Jragan, Temanggung. Jurnal Pengabdian Profesi Kesehatan Masyarakat, 3(1), 56–63. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/1611
Masri, E., Sari, W. K., & Yensasnidar, Y. (2020). Efektivitas pemberian makanan tambahan dan konseling gizi dalam perbaikan status gizi balita. Jurnal Kesehatan Perintis, 7(2).
Patmawati, A., Aswan, A., & Jannah, M. (2022). Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas pada balita stunting. Buletin Ilmiah Kesehatan, 2(1), 15–22. https://journal.unimma.ac.id/index.php/bnur/article/view/12732
Pertiwi, N. A., & Siregar, E. (2020). Effectiveness of PMT on weight gain among undernourished toddlers. Jurnal Gizi dan Kesehatan Indonesia, 8(1), 24–30.
Pramesthi, N. R., Sari, M. P., & Wulandari, F. A. (2021). Efektivitas PMT lokal terhadap perubahan status gizi balita. Media Gizi Indonesia, 20(1), 45–52.
Purbaningsih, H., & Syafiq, A. (2023). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) berbahan pangan lokal terhadap kenaikan berat badan balita. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(12).
Sumarlan, M., Nurhikmah, N., & Cahyono, E. (2023). Efektivitas pemberian PMT terhadap peningkatan tinggi badan pada anak stunting. Jurnal Pengabdian Profesi Kesehatan Masyarakat, 2(2), 88–95. https://journal.unpacti.ac.id/index.php/JPP/article/view/679
Sumarni, R. (2025). Pengaruh PMT berbasis olahan ikan laut terhadap tinggi badan dan berat badan balita stunting. Jurnal Karaton, 5(1), 12–18. https://bappeda.sumenepkab.go.id/jurnal/index.php/karaton/article/view/94
Susianto, H., Handayani, D., & Nuraeni, E. (2023). Pengaruh pemberian makanan tambahan nugget tempe sebagai pangan lokal terhadap berat badan dan tinggi badan balita stunting. Jurnal STIKKU: Kesehatan Masyarakat, 6(1), 33–41. https://ejournal.stikku.ac.id/index.php/stikku/article/view/850
Waryana. (2010). Gizi kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.
Yuliarti, M., Lestari, W., & Setyowati, A. (2021). The effect of supplementary feeding on nutritional status of underweight children. Indonesian Journal of Nutrition, 10(2), 55–60.














